Indeks Pembangunan Manusia (IPM) : Pengertian, Unsur Dasar, dan IPM Indonesia

Pengertian Indeks Pambangunan Manusia

Salah satu indikator untuk mengukur sebuah keberhasilan pembangunan ialah dengan menggunakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Apa itu Indeks Pembangunan Manusia (IPM)?

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) adalah indeks pembangunan manusia yang dipergunakan untuk mengukur suatu pencapaian hasil pembangunan dari suatu daerah atau wilayah dalam tiga dimensi dasar pembangunan, yaitu: lamanya hidup, pengetahuan atau tingkat pendidikan, dan standar hidup layak.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sendiri dikembangkan oleh ahli ekonomi yang berasal dari India yaitu Amartya Sen dan Pakistan Mahbub ul Haq, serta dibantu oleh Gustav Ranis dari Yale University dan Lord Meghnad Desai dari London School of Economics pada tahun 1990. Sejak saat itu indeks ini selalu digunakan oleh program pembangunan PBB pada laporan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahunannya.


Unsur Dasar Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Sesuai dengan pengertian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), IPM diukur mengunakan tiga unsur dasar pembangunan manusia, yakni; usia harapan hidup, pengetahuan, dan standar hidup layak.


1)   Usia Harapan Hidup

Usia harapan hidup yaitu usia maksimum yang diharapkan seseorang untuk bertahan hidup. Dalam hal ini pembangunan manusia harus lebih mengusahakan agar penduduk bisa mencapai usia harapan hidup yang panjang. Lebih lanjut, Indikator Harapan Hidup mencakup beberapa hal, antara lain yaitu:

a)    Angka kematian bayi.

b)    Persentase kelahiran ditolong oleh tenaga medis.

c)    Persentase penduduk dengan keluhan kesehatan.

d)    Penduduk yang diperkirakan tidak mencapai usia 40 tahun.

e)    Rata-rata lama sakit.

f)     Persentase penduduk yang sakit (morbiditas).

g)    Persentase penduduk yang melakukan pengobatan sendiri.

h)    Persentase balita kurang gizi.

i)      Persentase rumahtangga yang menghuni rumah berlantai tanah.

j)      Persentase rumahtangga yang mempunyai akses ke sumber air minum bersih.

k)    Persentase rumah tangga tanpa akses terhadap sanitasi.

l)      Persentase penduduk tanpa akses terhadap fasilitas kesehatan.


2)   Pengetahuan / Tingkat Pendidikan

Pengetahun atau tingkat pendidikan seseorang diakui secara luas sebagai unsur dasar dari pembangunan manusia. Indikator Pendidikan dalam hal ini menliputi; Angka melek huruf, angka partisipasi sekolah, rata-rata lama sekolah, angka putus sekolah (Drop Out/DO), dan lain sebagainya.


3)   Standar Hidup Layak

Unsur dasar pembangunan manusia yang ketiga yaitu standar hidup layak. Dalam hal ini, Indikator Standar Hidup Layak dilihat dari daya beli masyarakat meliputi antara lain:

a)    Jumlah yang bekerja.

b)    Jumlah dan persentase penduduk miskin.

c)    Jumlah pengangguran terbuka.

d)    PDRB riil per kapita.


Indeks Pembangunan Manusia (IPM) : Pengertian, Unsur Dasar, dan IPM Indonesia

Kegunaan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berguna untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara termasuk kedalam negara maju, negara berkembang, atau negara terbelakang.


Rumus Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Secara sederhana perhitungan IPM menggunakan rumus, sebagai berikut :

IPM = 1/3 (A + B + C)

Keterangan:

A = Indeks Harapan hidup

B = Indeks Pendidikan/pengetahuan

C = Indeks Hidup Layak


Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia dipergunakan sebagai indikator keberhasilan sebuah upaya untuk membangun kualitas hidup manusia (masyarakat) yang dijadikan sebagai salah satu ukuran kinerja daerah.

Berdasarkan data yang didapat dari Badan Pusat Statistik, diketahui bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di berbagai daerah di Indonesia setiap tahunnya cenderung membaik. Data tersebut bergaris lurus dengan hasil evaluasi dari Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), Pemerintah Indonesia, serta Badan Kerja Sama Internasional Jerman (GIZ).

Selama dua dekade terakhir, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia ternyata semakin membaik, dan ketimpangan pembangunan manusia semakin mengecil. Selain itu data yang didapat dari kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional menunjukan bahwa Indonesia telah memperlihatkan kemajuan yang kuat dalam setiap indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam kurun waktu 40 tahun terakhir.

Selain itu, Indonesia juga termasuk ke dalam bagian dari 10 negara yang selama empat puluh tahun terakhir mengalami peningkatan IPM secara berkesinambungan. Baik itu dari sisi pendapatan ataupun indikator indeks pembangunan manusia.

Pada tahun 2011, IPM kawasan Sumatra, Jawa dan Bali secara umum berada di atas rata-rata nasional. Sementara Indonesia bagian Tengah dan Timur biasanya di bawah rata-rata nasional, kecuali Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Utara. Kabar baiknya, daerah yang dianggap sebagai daerah tertinggal seperti NTT, NTB dan Papua sudah menunjukan kemajuan tingkat IPM yang lebih pesat dibandingkan daerah lainnya. Peningkatan IPM ini digambarkan oleh penuruan tingkat kemiskinan.

Selanjutnya menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2009 tingkat kemiskinan di pedesaan mencapai 17,35% dari seluruh jumlah penduduk di pedesaan, sementara di perkotaan nilainya sebesar 10,72 %. Namun selanjutnya, pada tahun 2012 dilaporkan bahwa tingkat kemiskinan di pedesaan mengalami penurunan menjadi 14, 7% dari jumlah total penduduk di pedesaan, sementara di perkotaan nilainya turun menjadi 8,6%.

Peningkatan lainnya dapat dilihat dari sektor pendidikan yang diprediksi pada tahun 2014 seluruh warga Negara Indonesia usia sekolah dasar atau sederajat dan SMP atau sederajat akan melampauinya. Selain itu, target angka harapan hidup (AHH) turut menunjukan perbaikan dan diprediksi akan mencapai target 2014 (72 tahun).

Lebih lanjut, pemerintah Indonesia menyatakan bahwa Hasil evaluasi awal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) pada periode 2010-2014 menemukan kekuatan ekonomi baru (emerging economy) yaitu Kalimantan dan Sulawesi. Diprediksi kekuatan-kekuatan baru lainnya akan muncul jika sesuai dengan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia.

Perlu diperhatikan juga bahwa jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, IPM Indonesia relatif tertinggal, hal ini bisa dilihat dari data IPM Indonesia di antara negara-negara Asia Tenggara yang dikeluarkan oleh UNDP pada tanggal 14 Maret 2013.

 

Tidak ada komentar untuk "Indeks Pembangunan Manusia (IPM) : Pengertian, Unsur Dasar, dan IPM Indonesia"