5 Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia

5 Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia

Organisasi pergerakan nasional Indonesia sangat berperan penting dalam proses kemerdekaan Indonesia dari penjajahan. Dari organisasi ini terlahir ide, gagasan, dan tokoh-tokoh penting yang menjadi ujung tombak perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Pada tanggal 20 Mei selalu diperingati sebagai hari kebangkitan nasional. Kebangkitan nasional adalah masa kesadaran bangsa Indonesia untuk berjuang bersama-sama dalam mengusir para penjajah. Tanggal 20 Mei 1908 sendiri adalah hari lahir Boedi Oetomo (Budi Utomo), yaitu sebuah organisasi modernis pertama di Indonesia. Dan salah satu tonggak pergerakan nasional Indonesia.

Selain Budi Utomo, ada banyak organisasi-organisasi lain yang menjadi organisasi pergerakan Nasional Indonesia, setidaknya berikut 5 organisasi pergerakan nasional Indonesia:


1)   Budi Utomo

Pada awal abad ke XX sudah banyak mahasiswa Indonesia di kota-kota besar terutama di Pulau Jawa. Sekolah kedokteran yang bernama STOVIA (School tot Opleideing van Inlandsche Aartsen) yang ada di Jakarta. Dalam hal ini para tokoh mahasiswa kedokteran sepakat untuk mulai memperjuangkan nasib rakyat Indonesia dengan cara memajukan pendidikan rakyat.

Pada akhirnya sebuah organisasi yang diberi nama Budi Utomo dibentuk di Jakarta pada tanggal 20 Mei 1908. Ketua organisasi Budi Utomo ialah dr Sutomo, sementara tokoh lain pendiri Budi Utomo ialah Gunawan, Cipto Mangunkusumo, dan R.T. Ario Tirtokusumo. Saat ini tonggak berdirinya Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 dikenang sekarang sebagai Hari Kebangkitan Nasional Indonesia.


2)   Sarekat Islam

Pasar Klewer di Solo atau Surakarta Jawa Tengah, pada masa penjajahan ramai dikunjungi oleh para pedagang Indonesia, Cina dan Arab. Namun akibat dari persaingan tidak sehat antara pedagang pribumi dan pedagang Cina, maka pada tahun 1911 didirikanlah sebuah organisasi yang diberi nama Serikat Dagang Islam (SDI), oleh KH Samanhudi dan RM Tirtoadisuryo di Solo.

Tujuan utama Serikat Dagang Islam pada awalnya ialah untuk melindungi kepentingan pedagang pribumi dari ancaman para pedagang Cina. Karena pada saat itu para pedagang Cina banyak menguasai perdagangan pasar, sehingga para pedagang lokal yang kurang pendidikan dan pengalaman menjadi tergeser.

Singkat cerita pada Kongres di Surabaya pada tanggal 30 September 1912, Serikat Dagang Islam (SDI) akhirnya berubah menjadi Sarekat Islam (SI). Perubahan nama ini dimaksudkan agar anggota dan kegiatannya lebih terbuka.

Pada tahun 1913 Sarekat Islam (SI) dipimpin oleh Haji Umar Said Cokroaminoto. Pada saat itu Sarekat Islam sangat menarik dimata rakyat karena kegiatannya yang banyak membela rakyat. Dan pada tahun 1915 jumlah anggota Partai Sarekat Islam mencapai 800.000 orang.

Lalau pada akhirnya pada tahun 1923 Sarekat Islam berubah nama menjadi Partai Sarekat Islam (PSI) yang sifatnya non kooperatif terhadap Belanda. Dan pada tahun 1927 Partai Sarekat Islam menetapkan tujuan pergerakannya yaitu untuk Indonesia merdeka berasaskan Islam.


3)   Indische Partij

Indische Partij merupakan partai politik pertama di Indonesia. Para pendiri Indische Partij dikenal dengan sebutan tiga serangkai E.F.E. Douwes Dekker (Danudirjo Setiabudi), R.M. Suwardi Suryaningrat, dan dr. Cipto Mangunkusumo. Indische Partij sendiri dideklarasikan pada tanggal 25 Desember 1912. Indische Partij bertujuan sangat jelas, yaitu mengembangkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia. Selain itu keanggotaannya pun terbuka bagi seluruh golongan tanpa memandang ras, suku, dan agama.


5 Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia

Pada tahun 1913 ada persiapan pelaksanaan perayaan ke 100 tahun pembebasan Belanda dari kekuasaan Perancis. Pada saat itu Belanda meminta seluruh rakyat Indonesia untuk turut memperingati hari perayaan tersebut. Namun dengan tegas, para tokoh Indische Partij menentang rencana tersebut. Suwardi Suryaningrat menulis sebuah artikel yang dimuat dalam harian De Expres, dengan judul Als Ik een Nederlander was (Seandainya aku orang Belanda).

Pada saat itu Suwardi mengecam Belanda, bagaimana mungkin bangsa terjajah (Indonesia) disuruh merayakan kemerdekaan para penjajah. Lalu pemerintah Belanda sangat marah dengan sikap para tokoh Indische Partij. Dan pada akhirnya Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat ditangkap lalu dibuang ke Belanda.


4)   Perhimpunan Indonesia (PI)

Perhimpunan Indonesia pada awalnya bernama Indische Vereeniging, didirikan oleh orang-orang Indonesia di Belanda pada tahun 1908. Lalu pada tahun 1922 Indische Vereeniging namanya berubah menjadi Indonesische Vereeniging dengan kegiatan utamanya adalah politik. Dan pada tahun 1925 berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI). Selain itu nama majalahnya yang asalnya bernama Hindia Putra, berubah menjadi Indonesia Merdeka.

Tujuan utama dari organisasi Perhimpunan Indonesia (PI) adalah Indonesia merdeka, serta memperoleh suatu pemerintahan Indonesia yang bertanggung jawab kepada seluruh rakyat. Tokoh-tokoh Perhimpunan Indonesia sendiri yaitu Mohammad Hatta, Abdulmajid Joyoadiningrat, Ali Sastroamijoyo, Iwa Kusumasumantri, Gunawan Mangunkusumo, Sastro Mulyono, Sartono, dan Nazir Datuk Pamuncak.


5)   Partai Nasional Indonesia (PNI)

Partai Nasional Indonesia (PNI) berdiri pada tanggal 4 Juli 1927 di Bandung, yang dipimpin oleh Ir Sukarno. Tujuan dari Partai Nasional Indonesia ialah Indonesia Merdeka, dengan ideologi nasionalisme.

Partai Nasional Indonesia mengadakan kegiatan konkret baik itu politik, sosial, maupun dalam bidang ekonomi. Organisasi PNI terbuka dan revolusioner, sehingga PNI dengan cepat meraih banyak anggota. Pengaruh Ir. Sukarno sangat meresap dalam lapisan masyarakat, selain itu keikutsertaan Hatta dalam kegiatan politik Sukarno semakin membuat Partai Nasional Indonesia menjadi sangat kuat.

Pada saat itu kegiatan politik Partai Nasional Indonesia dianggap mengancam oleh pemerintah Belanda, sehingga pada saat itu para tokoh Partai Nasional Indonesia ditangkap dan diadili pada tahun 1929. Sukarno, Gatot Mangkupraja, Maskoen, dan Supriadinata diadili Belanda. Di dalam pembacaan pembelaannya, Sukarno memberi judul Indonesia Menggugat. Dan akhirnya Sukarno dan kawan-kawan dihukum penjara.

Pada tahun 1931 Partai Nasional Indonesia akhirnya dibubarkan, tetapi kemudian Sartono membentuk Partindo. Selain itu Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir mendirikan organisasi yang diberi nama Pendidikan Nasional Indonesia. Tetapi kemudian, para tokoh partai tersebut ditangkap Belanda dan diasingkan ke Digul, Papua.

Selain lima organisasi yang sudah disebutkan di atas, kita bisa menemukan berbagai organisasi pada masa pergerakan nasional. Contohnya pada tahun 1935 berdiri Parindra (Partai Indonesa Raya) dengan beberapa tokoh seperti M Husni Thamrin, R Panji Suroso, R Sukardjo, dan Mr Susanto. Lalu ada organisasi Gerindo (Gerakan Indonesia) yang didirikan di Jakarta pada tahun 1937, yang dipemimpin oleh mantan pimpinan Partindo yang dibubarkan pada tahun 1937, seperti Amir Syarifuddin, Mr. Sartono, Mr. M. Yamin, dan Dr. A.K. Gani.

Golongan nasionalis mencoba menggunakan Volksraad sebagai media perjuangan nasional. Tujuannya adalah untuk memperkuat wakil-wakil bangsa Indonesia. Pada tahun 1930 M. Husni Thamrin membentuk sebuah Fraksi Nasional.

Pada tahun 1936, seorang anggota Volksraad, Sutarjo mengajukan sebuah petisi yang menuntut kemerdekaan Indonesia secara berangsur-angsur dalam 10 tahun. Petisi ini kemudian dikenal sebagai Petisi Sutarjo. Petisi ini pada akhirnya ditolak Belanda dengan alasan bangsa Indonesia belum siap untuk merdeka. Para pejuang pergerakan nasional kecewa dan harapan kepada Volksraad tidaklah besar.

Lalu pada tahun 1939 dibentuk federasi/gabungan dari beberapa organisasi politik yang disebut sebagai Gabungan Politik Indonesia (GAPI). Semboyan GAPI yang terkenal ialah “Indonesia Berparlemen”.


Tidak ada komentar untuk "5 Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia"