Urbanisasi : Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasi Urbanisasi

Urbanisasi : Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasi Urbanisasi

Ada beberapa pertanyaan yang timbul dari benak kita ketika mendengar kata urbanisasi, yaitu: Apa yang dimaksud urbanisasi? Mengapa terjadi urbanisasi? Apa tujuan urbanisasi? Apa saja dampak urbanisasi? Apa yang mendorong terjadinya perpindahan penduduk dari desa ke kota? Dan bagaimana cara mengatasi urbanisasi? Kita akan mempelajari semuanya di sini.

Ketika mendekati hari raya besar, seperti misalnya hari raya idul fitri, hari raya natal, tahun baru dan sebagainya. Kita sering melihat di TV ataupun berita konvensional lainnya, banyak orang yang berbondong-bondong melakukan mudik ke kampung halamannya masing-masing.

Pemandangan mudik seperti itu dapat kita lihat hampir setiap tahunnya menjelang hari besar dan libur panjang. Mudik dapat diartikan sebagai pulang kampung. Lalu mengapa banyak orang melakukan mudik? Apakah mereka bukan penduduk kota? Faktanya sebagian besar dari mereka telah menjadi penduduk kota. Akan tetapi tradisi mudik bagi sebagian besar masyarakat Indonesia tidak serta merta bisa ditinggalkan. Tradisi ini ada kaitannya dengan urbanisasi.


Apa yang dimaksud urbanisasi?

Urbanisasi sering diartikan dengan perpindahan penduduk dari desa ke kota. Namun saat ini pengertian urbanisasi bukan lagi sekedar perpindahan penduduk secara fisik saja, akan tetapi bisa diartikan sebagai suatu proses perpindahan yang dapat dilihat dari sudut pandang ekonomi, sosiologi, demografi, dan geografi. Dalam hal ini perubahan suasana perdesaan menjadi suasana kehidupan kota juga bisa diartikan sebagai urbanisasi.


Mengapa terjadi urbanisasi?

Bertambahnya luas suatu kota, bertambahnya penduduk kota, disertai dengan penambahan jumlah kota disebabkan oleh berbagai hal, salah satu penyebab utamanya adalah urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota. Mengapa terjadi urbanisasi? Setidaknya terdapat dua hal penting yang menyebabkan terjadinya urbanisasi, atau dengan kata lain yang mendorong terjadinya perpindahan penduduk dari desa ke kota, yaitu daya dorong desa dan daya tarik kota.


1)   Daya Dorong Desa

Salah satu ciri utama dari kehidupan masyarakat desa ialah mata pencahariannya yang relatif homogen. Sebagian besar dari mereka berprofesi sebagai petani atau peternak dan memanfaatkan alam sebagai sumber kehidupan. Masyarakat pegunungan dan dataran rendah, menggantungkan kehidupannya dari pertanian, perkebunan, perikanan, hasil kerajinan, dan sebagian lainnya di sektor jasa.

Singkat cerita, pertumbuhan penduduk terus tumbuh dan berkembang, sementara lahan yang tersedia tidak berkembang seimbang dengan pertumbuhan penduduknya. Meskipun dalam hal ini seandainya lahan masih luas, akan tetapi fasilitas yang tersedia di desa sangat terbatas.

Seperti misalnya fasilitas pendidikan, sosial, olahraga, dan hiburan di desa yang relatif sangat terbatas. Oleh karenanya hal inilah yang mendorong penduduk desa pergi ke kota untuk mendapatkan suasana kehidupan yang lebih dinamis dan fasilitas yang lebih lengkap.

Selain itu, kehidupan yang mengandalkan alam sebagai sumber penghidupan selalu menghadapi risiko yang besar, berupa kegagalan-kegagalan yang diakibatkan perubahan alam itu sendiri. Seperti banjir, kemarau panjang, dan serangan hama sering kali membuat kehidupan masyarakat desa menjadi kurang menentu. Hal ini jugalah yang mendorong sebagian masyarakat desa untuk mencari pekerjaan yang hasilnya lebih menentu, setabil dan bisa diandalkan.


Urbanisasi : Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasi Urbanisasi

Apa yang mendorong terjadinya perpindahan penduduk dari desa ke kota?

Dari uraian di atas, kita bisa menemukan beberapa penyebab terjadinya perpindahan penduduk desa ke kota, antara lain yaitu:

a)    Semakin sempitnya lahan pertanian.

b)    Terbatasnya lapangan pekerjaan di pedesaan.

c)    Keberhasilan pertanian yang tidak pasti akibat paceklik, kekeringan, longsor, banjir, dan serangan hama.

d)    Minimnya fasilitas sosial di pedesaan.

e)    Kehidupan desa yang tidak bervariasi atau monoton.


2)   Daya Tarik Kota

Dalam benak masyarakat desa, kota sering kali di identikkan dengan kemajuan dan modernisasi. Keunggulan utama yang ada di kota ialah perlengkapan sarana dan prasarana yang tersedia di sana. Penduduk kota yang relatif padat mendorong pemerintah dan swasta untuk membangun berbagai sarana dan prasarana dengan berbagai tujuan dan manfaat.

Pemerintah membangun berbagai sarana, seperti sarana pendidikan, pelayanan masyarakat, gedung kesenian, gedung olahraga, dan pusat pemerintahan di kota. Bertujuan agar mudah untuk diakses dari berbagai pelosok, termasuk yang datang dari luar. Semakin bertambahnya jumlah penduduk, turut menuntut jenis pekerjaan yang lebih beragam (heterogen). Oleh karena itu pertumbuhan dan perkembangan kota lebih dinamis dibanding dengan di desa.

Selain itu perkembangan perusahaan swasta juga cenderung lebih banyak di kota. Hal ini selain memudahkan dalam urusan administrasi, pusat perusahaan yang terletak di kota juga memudahkan ketika melakukan akses dengan berbagai penjuru tempat. Ditambah dengan fasilitas yang dibutuhkan perusahaan juga lebih lengkap di kota.

Berkebalikan dengan daya dorong desa, tentu terdapat daya tarik kota yang menyebabkan masyarakat berbondong-bondong pergi ke kota. Salah satu daya tarik kota diantaranya yaitu:

a)    Upah pekerja di kota cenderung lebih tinggi dibanding di desa.

b)    Lapangan pekerjaan di kota juga lebih banyak dibanding di desa.

c)    Fasilitas sosial, pendidikan, olahraga, dan sebagainya lebih lengkap dibandingkan di desa.

Disamping karena perpindahan penduduk dari desa ke kota, urbanisasi juga terjadi karena pertumbuhan kota. Dalam hal ini pertumbuhan kota mencakup pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan wilayah. Sebuah kota kecil akan terus menerus berkembang hingga daerah sekelilingnya akhirnya menyatu menjadi satu kesatuan kota. Contoh nyatanya bisa kita lihat di kota Jakarta.

Awalnya perkembangan Jakarta adalah pusat urbanisasi. Akan tetapi sekarang ini Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi sudah menjadi satu kesatuan kota, meskipun secara administratif bisa dikatakan berbeda. Kita juga dapat mengamati kota terdekat dengan tempat tinggal kita sendiri. Pasti kita akan menemukan proses perkembangan kota kita ataupun kota terdekat.

Selain itu munculnya kota-kota baru juga menjadi salah satu pendorong proses urbanisasi. Seperti contohnya telah ditemukan ladang minyak di beberapa kota di Provinsi Riau akan mendorong munculnya kota-kota seperti Dumai dan Duri disekitarnya. Contoh lainnya yaitu penemuan tambang emas dan tembaga di Provinsi Papua.

Dimasa lalu, tumbuhnya kota-kota besar seperti kota Batavia (Jakarta), Surabaya, Semarang, Makassar, dan sebagainya. Timbul akibat letaknya yang strategis sebagai persinggahan kapal-kapal dagang yang menjadikannya sebagai tempat bertemunya penduduk lokal dan asing.

Urbanisasi terjadi apabila ada perpindahan penduduk dari desa ke kota ataupun dari kota kecil ke kota besar. Dalam hal ini urbanisasi akan terus terjadi, sejauh lapangan pekerjaan dan fasilitas umum di kota masih dianggap masyarakat desa lebih baik dibandingkan dengan lapangan pekerjaan dan fasilitas umum di desa.

Masalah atau dampak yang ditimbulkan oleh adanya urbanisasi antara lain yaitu semakin banyaknya jumlah pengangguran di perkotaan, hal ini karena jumlah tenaga kasar dari perdesaan yang semakin banyak dan semakin murah. Lebih jauh banyaknya pengangguran akan berakibat semakin tingginya tindak kejahatan. Selain itu juga aktivitas urbanisasi yang besar bisa mengakibatkan permasalahan baru seperti misalnya tumbuhnya pemukiman kumuh di Kota.


Bagaimana cara mengatasi Urbanisasi?

Beberapa upaya untuk menghentikan laju urbanisasi antara lain dengan membuka lapangan pekerjaan yang banyak di pedesaan. Salah satunya dengan membangun industri yang banyak menyerap tenaga kerja, seperti pabrik dan pusat perdangan. Cara lainnya yaitu melalui pembangunan fasilitas umum yang memadai seperti fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, transportasi dan sebagainya.


Apa saja dampak Urbanisasi?

Baik di kota maupun di desa akan merasakan dampak terjadinya urbanisasi. Dampak ini bisa berupa dampak positif bisa juga dampak negatif. Dampak negatif urbanisasi terhadap desa misalnya seperti berkurangnya tenaga terdidik dan menurunnya kualitas serta kuantitas pertanian. Sementara dampak negatif lainnya yaitu pengaruh budaya negatif dari kota.

Akan tetapi disisi lain desa juga merasakan manfaat urbanisasi seperti diantaranya menurunnya angka pengangguran, pengaruh ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya positif dari kota, meningkatnya daya beli desa karena uang dikirim dari kota dan lain sebagainya.

Sementara itu bagi kota, urbanisasi menimbulkan dampak negatif seperti diantaranya meningkatnya jumlah penduduk kota, berkurangnya lahan kota, ketatnya persaingan kerja, dan masalah sosial lainnya. Sedangkan dampak positif urbanisasi bagi kota diantaranya yaitu tersedianya tenaga kerja murah terutama tenaga kerja kasar, dan akan terjadi kompetisi yang tinggi dalam rekrutmen tenaga kerja sehingga akan menghasilkan tenaga kerja yang unggul.


Tidak ada komentar untuk "Urbanisasi : Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasi Urbanisasi"