Sejarah Kerajaan Kediri Secara Singkat

Sejarah Kerajaan Kediri Secara Singkat

Kerajaan Kediri muncul berawal dari pembagian kerajaan oleh Airlangga yang menjadi Janggala dan Panjalu (Kediri). Kedua kerajaan tersebut dibatasi oleh Kali Brantas. Tujuan Airlangga membagi kerajaan ini tidak lain adalah untuk mencegah perpecahan antara kedua putranya yang lahir dari selir. Namun upaya tersebut ternyata mengalami kegagalan.

Setelah Airlangga meninggal pada tahun 1049 M, terjadi perang sodara antara Janggala dan Panjalu (Kediri). Perang ini akhirnya berakhir dengan kekalahan Janggala. Lalu kerajaan kembali dipersatukan di bawah kekuasaan Panjalu (Kediri).

Sumber sejarah kerajaan Kediri adalah prasasti Hantang atau Ngantang, prasasti Talan, prasasti Padlegan, prasasti Panumbangan, dan Prasasti Desa Jepun. Raja-raja yang memerintah di kerajaan Kediri antara lain yaitu Jayabaya, Jayawarsa, Sarwewara, Kameswara, Gandara dan Kertajaya.

Pada masa raja Jayabaya kerajaan Kediri mencapai puncak kejayaannya. Awal masa pemerintahan raja Jayabaya, kekacauan akibat pertentangan dengan Janggala masih terus berlangsung. Dan baru pada tahun 1135 M Jayabaya berhasil memadamkan kekacauan tersebut. Ini terbukti, dengan adanya prasasti Hantang yang memuat tulisan panjalu jayati, yang artinya panjalu menang. Hal tersebut untuk mengenang kemenangan Panjalu atas Jenggala. Setelah itu, kemudian Jayabaya mulai menata serta mengembangkan kerajaannya.

{|CATATAN| Kami sarankan Anda juga membaca beberapa artikel terkait berikut ini:
1) Kerajaan-Kerajaan Hindu dan Budha di Indonesia 
2) Sejarah Singkat Kerajaan Kutai 
3) Sejarah Singkat Kerajaan Tarumanegara 
4) Sejarah Kerajaan Sriwijaya 
5) Sejarah Singkat Kerajaan Mataram Kuno 
6) Sejarah Kerajaan Medang 
7) Sejarah Kerajaan Singasari 
8) Sejarah Kerajaan Majapahit 
9) Peninggalan-Peninggalan Zaman Hindu-Budha di Indonesia}

Sejarah Kerajaan Kediri Secara Singkat

Beralih ke kehidupan ekonomi, sumber ekonomi kerajaan Kediri berasal dari usaha pertanian, perdagangan dan pelayaran. Hasil utama pertanian masyarakat Kediri ialah beras. Selain itu pelayaran dan perdagangan juga berkembang, hal ini ditopang oleh armada laut Kediri yang dinilai cukup tangguh. Benda-benda yang diperdagangkan antara lain emas, perak, kayu cendana, gading, dan hasil bumi lain.

Sementara itu perkembangan seni pada masa kerajaan Kediri ditandai dengan ditulisnya beberapa kitab sastra. Kitab-kitab itu antara lain Kitab Smaradahana, Kitab Baratayuda, Kitab Kresnayana, dan Kitab Lubdaka.

Kekuasaan Kediri berakhir pada masa Kertajaya. Pada masa pemerintahan Kertajaya, terjadi pertentangan antara raja dengan kaum brahmana. Hal ini karena Kertajaya yang berlaku sombong serta berani melanggar adat. Lalu kemudian para Brahmana mencari perlindungan pada Ken Arok yang merupakan penguas adi Tumapel. Dan pada tahun 1222 M, Ken Arok dengan dukungan kaum Brahmana menyerang kerajaan Kediri. Dan Kediri pada saat itu bisa dikalahkan oleh Ken Arok.


Sumber Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Kadiri
https://sejarahlengkap.com/indonesia/kerajaan/sejarah-kerajaan-kediri

0 komentar

Posting Komentar