Ketahui Beberapa Karakteristik Perairan Laut

Ketahui Beberapa Karakteristik Perairan Laut

Laut merupakan sumber kehidupan dari banyak organisme perairan di bumi ini, selain itu hampir 70% permukaan bumi ini tertutup oleh laut. Dengan presentase tersebut maka tampakla betapa pentingnya peran dari perairan laut tersebut. Namun, disamping perannya yang cukup penting, tahukah Anda mengenai karakteristik perairan laut itu sendiri?

Karakteristik perairan laut merupakan suatu hal yang cukup penting untuk diketahui, hal ini dikarenakan perairan laut memiliki karakteristiknya tersendiri yang membedakannya antar satu perairan dengan perairan lainnya. Untuk itulah mengetahui karakteristik ini menjadi hal yang cukup penting. Dan berikut ini merupakan ulasan lengkapnya untuk Anda.

Beberapa Karakteristik Perairan Laut

Setidaknya ada 3 (tiga) karakteristik perairan laut yang harus Anda ketahui dan juga pahami sebagai salah satu bagian dari pengetahuan mengenai perairan laut itu sendiri. Setiap perairan memiliki karakteristiknya sendiri dan membuatnya berbeda antara satu perairan dengan perairan lainnya.

3 (tiga) karakteristik perairan laut yang perlu Anda ketaui tersebut diantaranya adalah suhu, kecerahan, dan juga sallinitas perairan laut. Dan semuanya akan dijabarkan sebagai berikut :

Ketahui Beberapa Karakteristik Perairan Laut

1.    Suhu Perairan Laut

Karakteristik perairan laut yang pertama yang perlu Anda ketahui adalah suhu air laut. Suhu yang berada di perairan laut menjadi salah satu karakteristik air laut karena pada setiap perairan akan memiliki tingkat suhu yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan kondisi suhu yang berada di perairan laut akan sangat ditentukan oleh faktor sinar matahari.

Penyinaran matahari yang sampai pada perairan laut tersebut disebut sebagai insolasi. Suhu bisa mempengarui karakteristik perairan laut seperti contohnya perairan yang berada di daerah tropis makan memiliki suhu yang lebih tinggi daripada di perairan yang berada di daerah bukan tropis.

Selain itu, suhu yang berada di perairan laut juga memiliki pola umumnya tersendiri. Pola umum tersebut antara lain : 1). Suhu perairan yang berada di wilayah semakin kutub juga akan semakin dingin, dan 2). Suhu perairan laut akan semakin rendah semakin bawah yang dipengaruhi karena faktor matahari yang tidak bisa menjangkau hingga ke dasar laut tersebut.

2.    Kecerahan Air Laut

Kemudian, karakteristik perairan laut adalah kecerahan air laut. Kecerahan air laut bisa menjadi faktor pembeda karakteristik di setiap perairan karena pada dasarnya setiap perairan memiliki biota laut dan zat anorganik didalamnya dengan kondisi yang berbeda-beda.

Dan perbedaan jenis biota laut dan juga zat anorganik pada setiap perairan laut tersebut menjadi karakteristik perairan laut yang berbeda pula. Warna perairan laut pada umumnya terbagi menjadi 5 macam.

Warna pertama adalah warna hijau yang disebabkan oleh adanya endapan lumpur atau juga terdapat jumlah plankton yang cukup besar di dalam perairan tersebut. Kemudian warna merah yang disebabkan karena banyaknya jumlah organisme kecil bewarna merah yang terapung di perairan laut tersebut. Kemudian, warna ketiga adalah warna kuning, yang disebabkan karena adanya endapan lumpur kuning yang ada di perairan tersebut.

Keempat adalah warna hitam, yang disebabkan karena terdapat lumpur bewarna biru hitam. Dan yang kelima atau yang terakhir adalah warna putih, yang disebabkan karena permukaan dari perairan laut tersebut selalu di tutupi oleh lapisan es tipis ataupun tebal seperti yang ada pada perairan laut Arktik dan Selatan.

Dengan adanya 5 (lima) warna yang berbeda-beda tersebut, maka perairan disuatu tempat juga bisa memiliki karakteristik perairan laut yang berbeda berdasarkan warna perairan laut tersebut. Bisa bewarna merah, putih, kuning, atau bahkan warna hitam.

3.    Salinitas Perairan Laut

Karakteristik perairan laut yang ketiga adalah tingkat salinitas perairan laut. Salinitas dapat diartikan sebagai jumlah dari kadar garam atau kadar keasinan yang ada dalam setiap 1 kilo gram air laut. Perairan laut yang normal akan memiliki kadar salinitas berkisar di presentase 35% dari jumlah total air laut tersebut.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kadar salinitas atau keasinan pada suatu perairan laut. Faktor tersebut adalah :
a)    Penguapan, kadar garam akan meningkat lebih besar atau tinggi ketika penguapan yang terjadi juga tergolong besar.
b)    Vokume air tawar, jumlah air tawar yang nantinya akan bermuara ke laut juga menentukan kadar salinitas air laut tersebut jika jumlah air tawar yang bermuara cukup tinggi maka kadar sallinitas akan semakin rendah.
c)    Curah hujan, semakin tinggi tingkat curah hujan yang ada di suatu perairan akan membuat kadar garam atau salinitas yang ada di perairan tersebut semakin rendah juga.
d)    Jumlah air es, semakin banyak cairan es yang berada di suatu perairan akan membuat kadar salinitas atau kadar garamnya semakin rendah pula.

Ilmu yang Membahas Kelautan

Perairan laut merupakan suatu kajian yang memiliki konsentrasi ilmunya sendiri. Ilmu tersebut adala oseanografi. Oseanografi secara umum dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari segala seluk beluk tentang kelautan atau perairan laut. Termasuk tentang karakteristik perairan laut.

Kita dapat mempelajari karakteristik perairan laut dengan oseanografi tersebut. Selain itu, mempelajari oseanografi juga bisa memberikan kita manfaat lain yang berupa pemahaman terhadap segala kanekaragaman hayati yang ada di perairan laut, kemudian pemahaman mengenai segala sumber daya non hayati yang berada di perairan laut, kemudian bisa menguasai mengenai bidang kelautan yang nantinya akan digunakan dalam bidang perdagangan atau ekonomi.

Selain itu dengan oseanografi kita juga  bisa menambah pemahaman tentang kelautan yang nantinya akan berguna untuk upaya menjaga llingkungan kelautan dari pencemaran lingkungan akibat aktivitas manusia yang melibatkan perairan laut.


Penulis: Kazou Media

0 komentar

Posting Komentar