Perairan Laut Indonesia dan Potensinya yang Besar

Perairan Laut Indonesia dan Potensinya yang Besar

Indonesia adalah negara kepualau terbesar di dunia. Sebanyak 2/3 wilayah Indonesia berupa lautan, panjang garis pantainya mencapai 95.000 km2. Dalam laut terdapat terumbu karang dengan luas hamparan mencapai 24,5 juta ha. Indonesia memiliki potensi sumber daya laut yang melimpah. Perairan laut dan potensinya tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena potensi laut bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Macam-macam Perairan Laut dan Potensinya

Sebelum membahas mengenai perairan laut dan potensinya, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu tentang macam-macam perairan laut. Ada tiga macam perairan laut, pertama berdasarkan proses terjadinya perairan laut terbagi menjadi berikut ini.

a)    Laut ingresi, laut yang disebabkan oleh adanya penurunan tanah dasar laut. Efek penurunan ini membentuk palung laut dan lubuk laut. Contoh laut ingresi di Indonesia yaitu lubuk Sulawesi, Lubuk Banda, Lubuk Sulu, Lubuk Karibia, Palung Banda, Palung Jepang, Palung Mariana, dan Palung Mandanau.

b)    Laut transgresi, laut yang terjadi karena adanya perluasan permukaan laut. Biasanya ditandai dengan naiknya permukaan air laut di daratan. Contoh laut transgresi yaitu laut Arafuru, laut Utara dan laut Jawa.

c)    Laut regresi, laut yang mengalami penyempitan. Diakibatkan oleh pengendapan pasir, lumpur, dan bebatuan. Laut regresi kebanyakan terdapat di pantai Pulau Jawa sebelah utara.

Kedua, perairan laut dapat dibagi berdasarkan letaknya. Berikut merupakan perairan laut berdasarkan letaknya.

a)    Laut tepi, laut yang letaknya berada di tepi benua. Letak laut tepi seolah-olah terpisah dari luasnya samudera karena dihalangi oleh daratan. Contoh laut tepi adalah laut Cina Selatan yang terpisahkan oleh kepulauan Filipina dan kepulauan Indonesia.

b)    Laut pertengahan, merupakan laut yang letaknya berada di antara benua satu dengan lainnya. lautnya berada di dalam serta memiliki gugusan pulau-pulau. Contohnya seperti laut es utara di antara benua Amerika dan Asia.

c)    Laut pedalaman, merupakan laut yang dikelilingi oleh daratan. Contohnya laut hitam, laut mati, dan laut kaspia.

Ketiga perairan laut dan potensinya dibagi menjadi ke beberapa zona berdasarkan kedalamannya. Adapun zonanya yaitu Zona Mesopelagic (laut dangkal), Zona Bathyal (laut dalam), Zona Abysal (laut dalam), Zona Handalpelagic, dan Zona Epipelagic (laut dangkal).

Perairan Laut dan Potensinya yang Sangat Besar

Sebagai warga negara Indonesia, Anda harus mengetahui betapa kayanya lautan Indonesia. Potensi kekayaan laut yang besar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Berikut merupakan berbagai macam potensi laut Indonesia.

1.    Mineral dan Pertambangan

Laut Indonesia kaya akan bahan tambang. Beberapa bahan tambang yang berada di dasar laut yaitu logam mulia, minyak, dan lainnya. pengolahan bahan tambang laut di Indonesia masih jarang dilakukan, bahkan sangat minim.

Ada beberapa lembaga yang mengolah bahan tambang tetapi hasilnya diserahkan ke pihak asing. Alasannya belum mengetahui cara pengolahannya dengan tepat. Sebaiknya potensi mineral dan pertambangan harus diperhatikan agar tidak jatuh ke pihak asing.

2.    Sumber Daya Ikan

Setiap tahun Indonesia telah memproduksi hasi perikanan sebanyak 5 juta ton. Produksi terus meningkat, sampai saat ini mengalami peningkatan tajam sebesar 13 jutan ton. Hasil produksi tidak murni di lautan lepas, tetapi ada juga dari hasil budidaya ikan di laut.

Menurut data statistik, Indonesia mampu memproduksi tangkapan hasil perikanan sampai 65 jutan ton setiap tahunnya. Namun, pemerintah tidak ingin menghabiskan begitu saja. Sebagian besar sumber daya ikan dibiarkan agar tidak habis tertangkap. Sungguh perairan laut dan potensinya besar sekali. Bagi masyarakat pesisir, sebaiknya manfaatkan hasil kekayaan laut sebagai sumber penghasilan.

3.    Wisata Bahari

Perairan laut dan potensinya sebagai wisata bahari menjadikan wisata alam Indonesia makin berkembang. Wisata alam bawah laut Indonesia begitu indah, di dasar laut Kita dapat melihat jutaan jenis ikan, terumbu karang, tumbuhan air, dan masih banyak lainnya. Semua sudut perairan laut Indonesia memiliki keindahan bawah laut yang tidak ada duanya. Potensi bawah laut ini perlu dijaga kelestariannya, agar tidak dirusak oleh orang nakal.

4.    Transportasi dan Perhubungan

Terakhir potensi laut Indonesia digunakan sebagai sarana transportasi serta perhubungan. Luasnya lautan Indonesia mampu menghubungkan pulau satu dengan lainnya. Tidak hanya menghubungkan antar pulau saja, melainkan dapat menghubungkan antar negara. Meski perjalanan transportasi laut cukup lama, tetapi banyak yang memanfaatkannya karena harga transportasinya lebih terjangkau.

Waow perairan laut dan potensinya begitu hebat. Sudahkah Kita memanfaatkan potensi laut semaksimal mungkin? Bila belum mengolah potensi laut secara maksimal maka, perlu diadakan pengembangan pengelolaan supaya sumber daya laut supaya tidak diambil secara illegal oleh kapal asing.

Pada masa era reformasi, pemetaan dan survey laut dilakukan oleh pihak asing secara illegal. Padahal kapal asing yang mengambil potensi di lautan Indonesia harus meminta izin terlebih dahulu kepada pemerintah. Kapal asing yang illegal memalsukan surat perizinan pelayaran agar dapat menangkap ikan di laut Indonesia.

Namun, saat ini kapal asing tidak berani lagi mengambil potensi sumber daya laut Indonesia. Menteri kelautan telah menetapkan peraturan dan membuat kebijakan agar kapal asing tidak memasuki wilayah laut Indonesia. Terakhir kali, menteri perikanan dan kelautan melakukan penangkapan serta penenggelaman kapal secara besar-besaran terhadap kapal asing. Tindakan tegas ini dilakukan agar mereka jerah. Diharapkan untuk tidak datang ke laut Indonesia.

Mengetahui bahwa perairan laut dan potensinya cukup besar membuat Anda semuanya sadar, bahwa Kita harus menjaga kelestarian laut. Salah satunya yaitu tidak melakukan pencemaran air. Dampak pencemaran air laut bisa membahayakan kesehatan manusia, rusaknya ekosistem laut, perubahan warna, rasa dan bau air laut.


Penulis: Kazou Media

0 komentar

Posting Komentar