Pengertian dan Fungsi Lembaga Agama

Pengertian dan Fungsi Lembaga Agama

Lembaga Agama adalah sistem keyakinan dan praktek keagamaan di dalam masyarakat yang sudah dirumuskan dan dibakukan. Agama ialah suatu lembaga ataupun institusi penting dimana lembaga ini mengatur kehidupan rohani manusia. Agama yang bisa menjadi pelopor dalam menciptakan tertib sosial dalam masyarakat.

Bangsa Indonesia dalam sejarahnya selama ribuan tahun merupakan bangsa yang toleran dan terbuka. Dalam hal ini contohnya ialah menghargai orang lain yang berbeda keyakinan atau agamanya. Sejak awal sejarahnya, pengaruh agama-agama luar diterima dengan ramah, akan tetapi tetap direfleksikan kembali dalam konteks kebudayaannya sendiri.

{|CATATAN| Berikut rekomendasi artikel tentang lembaga sosial:
1) Pengertian Lembaga Sosial dan Proses Terbentuknya 
2) 5 Jenis Lembaga Sosial 
3) Lembaga Keluarga dalam Lembaga Sosial 
4) 7 Fungsi Lembaga Pendidikan 
5) Tujuan Lembaga Politik}

Agama pada dasarnya adalah sebuah aktivitas manusia untuk berhubungan dengan Tuhannya. Peran agama sangat penting dalam menyeimbangkan kehidupan manusia yakni antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Pendidikan agama menuntun individu untuk berprilaku baik kepada sesama manusia, makhluk hidup dan juga alam sekitar. Untuk lebih jelasnya menganai fungsi lembaga agama, antara lain yaitu sebagai berikut:

Pengertian dan Fungsi Lembaga Agama

1)    Sebagai pengatur tata cara hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dan manusia lainnya.
2)    Sebagai pedoman hidup bagi manusia, baik itu dalam kehidupan pribadi dalam hubungannya dengan Tuhan, maupun dalam hubungannya dengan manusia lain, serta dengan alam sekitar.
3)    Sebagai sumber kebenaran. Dalam diri para penganut agama selalu terdapat keinginan untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan dalam hidup, baik itu di dunia maupun di akhirat. Oleh karenanya agama mengajarkan dan memberikan jaminan dengan cara yang khas untuk mencapai kebahagiaan serta mengatasi kekurangan manusia.
4)    Tuntunan prinsip benar dan salah untuk menghindari perilaku menyimpang, seperti membunuh, berjudi, mencuri, dan sebagainya.
5)    Pedoman keyakinan manusia untuk berbuat baik, dimana selalu disertai dengan keyakinan bahwa perbuatannya tersebut adalah kewajiban dari Tuhan serta yakin bahwa perbuatannya baik tersebut akan mendapatkan pahala, meskipun sekecil perbuatan baik tersebut.
6)    Pedoman keberadaan yang pada hakikatnya makhluk hidup di dunia adalah ciptaan Tuhan semata.
7)    Pedoman pengungkapan perasaan kebersamaan di dalam agama diwajibkan berbuat baik terhadap sesama.
8)    Pedoman untuk rekreasi dan hiburan. Dalam mencari kepuasan batin melalui rekreasi dan hiburan, tidak melanggar kaidah-kaidah agama.


Sumber referensi:
https://readyygo.blogspot.com/2000/02/fungsi-dan-peran-lembaga-agama.html
https://www.sepengetahuan.co.id/2017/07/pengertian-lembaga-agama-fungsi-tujuan-macam-macam-lembaga-agama-terlengkap.html

0 komentar

Posting Komentar