Sistem Informasi Geografis : Pengertian, Manfaat, dan Jenis Data SIG

Sistem Informasi Geografis : Pengertian, Manfaat, dan Jenis Data SIG

Kemajuan teknologi yang semakin hari semakin masif, tidak dapat dipungkiri semakin mempermudah setiap kegiatan atau aktivitas manusia. Teknologi mengambil peran penting untuk membantu kebutuhan kita seperti contohnya Google Maps yang membantu dalam menemukan rute jalan. Tapi tahukah Anda bahwa sebenarnya Google Maps itu merupakan salah satu bentuk penerapan dari Sistem Informasi Geografis?

GPS (Global Positioning System) yang diterapkan pada peta elektronik seperti Google Maps atau pun Waze, tanpa Anda ketahui sebenarnya merupakan salah satu benttuk penerapan dari Sistem Informasi Geografis atau yang bisa disingkat sebagai SIG. Namun sebenarnya, apa saja sih seluk beluk mengenai SIG tersebut yang harus Anda ketahui lebih dalam? Maka berikut ulasan lengkapnya untuk Anda.

Apa sih pengertian Sistem Informasi Geografis itu?

Jika dilihat dari segi istilah atau definisimya, Sistem Informasi Geografis dapat diartikan sebagai sebuah sistem yang berbasis pada komputer dan fungsinya adalah digunakan untuk menyimpan data geografis, memanipulasi data geografis, dan juga untuk menganalisis informasi geografis. SIG dapat menggabungkan banyak jenis data di dalam satu titik tertentu yang berada di permukaan bumi yang kemudian akan di hubungkan, dianalisis, dan kemudian pada akhirnya di petakan.

Jenis data yang dioleh di dalam Sistem Informasi Geografis ini merupakan suatu data spasial yang memiliki orientasi penuh pada kondisi geografis. Selain itu, juga spasial yang memiliki koordinat tertentu. Sistem ini semakin berkembang seiring berkembangnya kecanggihan teknologi yang semakin mempermudah kehidupan dalam aspek hidup manusia.

Sistem Informasi Geografis sendiri mulai digunakan atau diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1972 dengan sebutan Data Banks for Development. Sementara itu, istilah SIG atau Geographic Information System tersebut di cetuskan oleh General Assembly dari International Geographic Union di Canada, pada tahun 1967.

Manfaat Sistem Informasi Geografis

Lalu sebenarnya, apa sih alasan kita harus menggunakan Sistem Informasi Geografis ini? Jadi, SIG merupakan suatu sistem yang sangat bermanfaat untuk membantu Kita dalam mendapatkan data geografis, selain itu ada pula beberapa manfaat dari menggunakan SIG yang bisa kita dapatkan, diantaranya adalah :
1)    Hasil data dari SIG bisa disimpan menjadi sebuah database.
2)    Dengan menggunakan SIG, kita bisa mendapatkan data geografis yang lebih interaktif dan bisa lebih membantu pemahaman kita terhadap data geografis tersebut.
3)    Dengan menggunakan data SIG kita bisa menghasilkan berbagai macam peta tematik.
4)    Pemetaan data geografis yang dilakukan dengan menggunakan SIG akan jauh lebih cepat.
5)    Selain itu analisa data geografis yang dilakukan dengan menggunakan SIG juga terbilang akan jauh lebih akurat daripda menggunakan cara konvensional.

Kemudian, untuk melakukan proses SIG, kita akan terlebih dahulu membutuhkan apa itu yang dinamakan dengan sumber data Sistem Informasi Geografis. Sumber data tersebut bisa didapatkan dari:
1)    Data lapangan : data ini merupakan data yang bisa diperoleh secara langsung dengan cara melakukan pengamatan ataupun observasi di lapangan yang dilakukan dengan cara mengukur dan menghitungnya.
2)    Data penginderaan jauh : data ini merupakan data SIG yang diperoleh atau berasal dari data hasil pengamatan yang dilakukan oleh citra satelit ataupun foto udara.
3)    Data peta : sementara itu, data peta merupakan data yang diperoleh dari berbagai macam informasi yang tercetak pada sebuah peta ataupun film. 


Jenis-jenis Data dari Sistem Informasi Geografis

Dalam proses Sistem Informasi Geografis, kita akan menjumpai setidaknya 4 jenis data yang dikenal dan digunakan. Keempat jenis data Sistem Informasi Geografis tersebut diantaranya adalah:

1)    Data Spasial

Data spasial merupakan jenis data yang pertama dari sistem informasi geografis ini, data spasial ini merupakan bentuk data yang merepresentasikan dan atau mengidentifikasikan bagaimana posisi atau letak geografis yang dimiliki oleh suatu fenomena. Contoh dari data spasial ini bisa seperti letak suatu daratan, posisi garis lintang ataupun garis bujur, letak atau lokasi dari sebuah kepulauan, lokasi sumber minyak, sumber gas alam, dan sebagainya.

2)    Data Atribut

Kemudian, setelah data spasial, jenis data kedua yang merupakan jenis data dari SIG adalah data atribut. Data atribut ini berbeda dengan data spasial karena data tersebut merupakan suatu bentuk data yang berusaha untuk menjelaskan atau menjabarkan sebuah aspek dari suatu fenomena. Penjabaran dari data atribut tersebut berupa bentuk deskripsi ataupun penjelasan yang terperinci.

Data berikut ini terbentuk dalam kata-kata, angka, serta tabel-tabel. Contoh dari data atribut ini bisa berupa data jenis tanah, data kependudukan atau demografis, data kepadatan penduduk, dan sebagainya.

3)    Data Vektor

Sementara itu, data vektor merupakan suatu bentuk data yang akan direpresentasikan sebagai suatu bentuk titik atau point, garis, polygon. Ini merupakan suatu daerah yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhir pada sebuah titik yang sama ataupun diantara perpotongan dua garis. Fungsi dari data ini adalah digunakna untuk menganalisa bagaimana ketepatan sebuah posisi pada suatu wilayah.

4)    Data Raster

Dan jenis data yang terkahir adalah data raster. Data ini juga sering disebut juga sebagai sel grid. Ini merupakan data yang dihasilkan dari sistem penginderaan jauh. Pada data ini, sebuah objek akan direpresentasikan sebagai susunan sel grid yang disebut dengan pixel (picture element). Dan resolusi yang terdapat pada data raster tersebut akan sangat bergantung pad ukuran pixelnya. Dengan kata lain, resolusi dari data tersebut akan menggambarkan ukuran sebenarnya di permukaan bumi yang bisa diwakili oleh setiap pixel pada citra tersebut.


Penulis: Kazou Media

0 komentar

Posting Komentar